psikologi perkembangan

Posted: 14th October 2009 by adi cahyo in Makalah
Tags: ,

TEORI-TEORI PERKEMBANGAN

oleh : Adi cahyo septian


Teori-Teori Perkembangan

Pengertian perkembangan menunjuk pada suatu proses kearah yang lebih sempurna dan tidak begitu saja dapat diulang kembali. Sejumlah ide yg koheren, mengandung hipotesis-hipotesis dan asumsi-asumsi yg dpt diuji kebenarannya, dan berfungsi untuk menggambarkan, menjelaskan, dan memprediksi perubahan-perubahan perilaku dan proses mental manusia sepanjang rentang kehidupannya. Berhubungan beberapa aspek didalamnya diberikan penonjolan tertentu, maka timbullah berbagai pandangan (teori) mengenai psikologi perkembangan. Suatu teori akan memperoleh arti yang pennting bila ia lebih banyak dapat melukiskan, menerangkan, dan meramalkan gejala yang ada. Mark (1963) membedakan adanya tiga macam teori. Ketiga teori yang dimaksud ini berhubungan dengan data empiris. Dengan demikian dapat dibedakan antara :

  • Teori yang deduktif : memberikan keterangan yang dimulai dari suatu perkiraan spekulatif tertentu kearah data yang akan diterangkan.
  • Teori yang induktif : cara dmenerangkan adalah dari data ke arah teori. Dalam bentuk estrimtitik pandang yang spositivitas ini dijumpai pada kaum behaviorist.
  • Teori yang fungsional : disini Nampak suatu interaksi pengaruh antara data dan perkiraan teoritis, yaitu datamempengaruhi pembentkan teori dan pembentukan teori kembali mempengaruhi data.

Berdasarkan tiga pembagian ini dapatlah disimpulkan bahwa teori dapat dipandang sebagai berikut :

  1. Teori menun jukan pada sekelompok hokum yang tersusun secara logis. Hukum-hukum ini biasanya mempunyai sifat hubungan yang deduktif. Suatuu hokum menunjukkan suatu hubungan variabel-variabel empiriss yang bersifat ajeg dan dapat diramalsebelumnya.
  2. Suatu teori juga daapat merupakan suatu rangkuman tertulis mengenai suatu kelompok hokum yang diperoleh secara empiris dalam suatu bidang tertentu. Di sini orang mulai dari data yang diperoleh dan dari data yang diperoleh itu datang dari suatu konsepyang teoretis.
  3. Suatu teori juga dapat menunjuk pada suatu cara menerangkan yang menggeneralisasi. Di sini biasanya dapat hubunngan yang fungsional antara data dan pendapat yang teoritis.

Berdasarkan data tersebut di atas secara sangat umum dapat ditarik kesimpulan bahwa suatu teori adalah suatu konseptualisasi yang umum. Konseptualisasi atau system pengertian ini diperoleh melalui jalan yang sistematis. Suatu teori harus dapat diuji kebenarannya, bila tidak dia bukan teori.
Sebelum teori mana yang paling baik diantara teori yang ada, baiklah dikemukakan secara singkat beberapa diantaranya yang paling penting, meskipun ada sebagian telah dibicarakan dimuka.

Teori Yang Berorientasi Biologis
Teori ini memberatkan pada apa yang disebut bakat, jadi factor keturunan dan konstitusi yang dibawa sejak lahir. Perkembangan anak dilihat sebagai pertumbuhan dan pemasakan organism. Perkembangan bersifat endogen, artinya perkembanga tidak hanya berlangsung spontan saja, melainkan juga harus dimengerti sebagai pre-disposi yang telah ditentukan secara biologis dan tidak dapat berubah lagi (genotype). Dalam hal ini maka perkembangan merupakan suatu proses yang spontan, yang oleh Piaget (1971) disebut sebagai kelanjutan genesa-embryo. Pengaruh lingkungan yang menguntungkan dan tidak menguntungkan ikut menentukan sifat apa yang akan terwujud yang dimiliki organism dalam periode tertentu (fenotype).
Dalam arti yang ketat ini maka berbagai variasi teori ini hampir tidak diakui lagi. Kelemahan teori ini Nampak dalam penelitian anak-anak kembar. Anak kembar yang identik (satu telur) yang dibesarkan dalam milieu (lingkungan) yang berbeda,mengalami proses perkembangan yang berbeda pula.
Teori Lingkungan
Teori-teori belajar mempunyai sifat yang berlain-lain (Knoers 1973). Persamaan yang ada diantaranya berbagai teori belajar itu ialah bahwa mereka smua memandang belajar sebagai suatu bentuk perubahan dalam disposisi seseorang yang bersifat relatif tetap, sedangkan perubahan tersebut tidak disebabkan oleh pertumbuhan. Disposisi di sini diartikan sebagai potensi untuk bertingkah laku, untuk bersikap. Menurutteori ini maka perkembangan adalah bertambahnya potensi untuk bertingkah laku.
Teori ini beranggapan bahwa sesudah tahun pertama, potensi untuk melakukan tingkah laku nivo yang lebih tinggi tidak tergantung daripada perubahan spontan pada struktur diri organism, melaainkan tergantung pada apa yang kita pelajari dengan teknik-teknik yang tepat. Jadi bila anak hidup dalam suatu lingkungan tertentu, maka anak tadi akan memperlihatkan pola tingkah laku yang khas lingkungannya tadi.
Teori Psikodinamika
Menurut salah satu teori psikodinamika terkenal, yaitu teori Freud, maka seorang anak dilahirkan dengan dua macam kekuatan (energi) biologis, yaitu libido dan nafsu mati. Kekuatan atau energy ini “menguasai ” semua orang atau semua benda yang berarti bagi anak, melalui proses yang oleh Freud disebut kathexis. Kathexis berarti konsentrasienergi psikis terhadap suatu objek atau suatu ide yang spesifik, atau suatu person yang spesifik. Perkembangan manusia sebagai hasil dari proses konfrontasi dan akomodasi antara pertumbuhan individual dan tuntutan sosial, antara dorongan dasar manusia dan tuntutan masyarakat memusatkan perhatian pada perkembangan kepribadian-perkembangan perasaan, keyakinan, dan perilaku yang rasional maupun tidak rasional.
Teori perkembangan yang berorientasi psikodinamika mempunyai kelemahan, yaitu ttidak dapat diuji secara empiris (Eysenck, 1959; De Waele, 1961). Teori tersebut menitikberatkan akan perkembangan sosio-efektif. Bila dalam teori ini sexsualitas menduduki tempat yang utama, perlu diketahui juga bahwa libido dan agresi (sebagai pernyataan nafsu mati) selalu berjalan bersama-sama. Jadi kalau misalnya seksualitas ditekan karena norma pendidikan orang tua, maka agresi ikut ditekan juga. Hal ini mempunyai pengaruh yang menentukan bagi perkembangan kepribadian anak.
Teori Ilmu Kerokhanian
Tokoh yang paling utama dalam teori ini adalah Eduard Spranger (1882-1962). Titik berat pandangannya adalah pada kekhususan psikis individu. Sesuai dengan pendapat Dilthey (1833-1911) Spranger meengemukakan bahwa gejala psikis seseorang sulit dijelaskan seperti halnya menjelaskan gejala fisik. Gejala psikis hanya dapat kita “mengerti” (verstehen) yaitu kita mengerti dari arti yang ada dalam keseluruhannya. Apa yang diartikan “mengerti” disini merupakanproses rasionalnya saja, melainkan suatu kemampuan untuk dapat merasakan suatu situasi tertentu.
Di negeri Belanda maka Langeveld (1959), Calon (1953) dan Beets (1954) dipandang sebagai wakil ilmu kerohanian yang bersifat antropologis. Seperti halnya pada seetiap teori, maka teori ini
Teori Interaksionisme
Beberapa teori yang dibicarakan sebelumnya agak bersifat menyebelah, dari sebab itu membutuhkan suatu sintesa. Sintesa tersebut didapatkan di dalam teori Interaksionisme yang sekarang banyak dianut kebanyakan ahli psikologi perkembangan di Barat. William Stern dapat dipandang sebagai pelopor teori kovergensi yang beranggapan bahwa setiap tingkah laku merupakan hasil pertemuan (konvergensi) antara faktor pribadi dan lingkungan.
Teoretikus terkenal dalam interaksionisme adalah Piaget (1947). Pendapatnya agak menyebelah kerena Piaget hanya mementingkan perkembangan intelektual dan perkembangan moral yang berhubungan dengan itu. Inti pengertian Piaget adalah bahwa perkembangan harus dipandang sebagai kelanjutan genesa-embryo. Perkembangan tersebut berjalan melalui berbagai stadium dan membawa anak kedalam tingkatan berfungsi dan tingkatan struktur yang tinggi.
Istilah interaksionosme menunjuk pada pengertian interaksi, yaitu pengaruh timbal balik. Interaksi tadi mengandung arti bahwa orang dengan mengadakan reaksi dan aksi ikut memberikan bentuk pada dunia luar. Sebaliknya orangnya sendiri juga mendapatkan pengaruh dari sekeliling, dan kadang-kadang pengaruh itu begitu kuat sehingga membahayakan pribadinya. Disamping interaksi ada kovariansi faktor keturunan dan faktor lingkungan. Dalam hubungan dengan pendapat yang interaksionistis maka pandangan yang ekologis (Spiel, 1994; Oarter, 1992) serta pendekatan yang genetis (Scarr dan McCartney, 1982) tidak boleh diabaikan.
Menurut pandangan ekologis maka perkembangan dalam arti kata hubungan yang timbal balik selalu berupa interaksi antara bakat (genotip) dan lingkungan. Ada tiga hal macam hasil interaksi genotip dan lingkungan.

  1. Hasil interaksi genotip-lingkungan yang bersifat pasif, yang timbul karena orang tua memberikan lingkungan yang sesuai dengan bakat mereka sendiri.
  2. Hasil interaksi genotip-lingkungan yang bersifat evokatif, yang timbul karena anak-anak dengan bakat berbeda-beda menimbulkan berbagai macam reaksi terhadap lingkungan sosialnya.
  3. Hasil interaksi genotip-lingkungan yang berssifat aktif, yang timbul karena seseorang yang memilih lingkungan yang cocok dengan pribadinya sendiri (Spiel, 1994).

Perpindahan dari “pasif” ke “aktif” ini dipengaruhi tingkat perkembangan dan tingkat kecerdasan seseorang. Dengan demikian Nampak perbedaan antara anak berbakat dan dan yang tidak dalam dua hal: pertama, mereka mencari secara aktif lingkungan yang cocok dengan bakat mereka. Kedua, mereka mengolah informasi dalam lingkungan yang sama dengan cara yang lebih efisien dari pada mereka yang tidak berbakat (Spiel, 1994).

Teori Perkembangan dan Pendidikan: Teori Mengenai Tugas-Tugas Perkembangan
Perkembangan dilukiskan sebagai suatu prose yang membawa seseorang kepada suatu pola tingkah laku yang lebih tinggi. Lebih tinggi berarti lebih banyak diferensiasi, lebih luas, dan lebih banyak kemungkinan-kumungkinannya. Pandangan ini mempunyai akibat luas bagi teori psikologi perkembangan yang dikaji oleh Havighurst bagi perkembangan orang amerika. Hal ini kemudian ditinjau lebih lanjut mengenai masa remaja oleh Ausubel (1965) dan Wall (1969).
Havighurst mengemukakan bahwa perjalanan hidup ditandai adanya tugas-tugas yang harus dapat dipenuhi. Tugas ini dalam batas tertentu bersifat khas untuk setiap masa hidup seseorang. Havighurst menyebutnya sebagai tugas perkembangan (developmental task) yaitu tugas yang haru dilakukan oleh seseorang dalam masa hidup tertentu sesuai denga norma masyarakat dan kebudayaan. Tugas perkembangan tersebut menunjukkan adanya hubungan dengan pendidikan, yaitu pendidikan dan pelajaran formal yang diterima seseorang. Orang merasa sedih dan tidak bahagia bila mendapatkan kecaman dan celaan masyarakat keliling hanya dikarenakn tidak dapat melaksanakan tugas perkembangan dengan baik. Sebaliknya keberhasilan dalam melaksanakan tugas perkembangan memberikan perasaan berhasil dan akhirnya perasaan bahagia.

  1. This web site is really a walk-through for all of the info you wanted about this and didn’t know who to ask. Glimpse here, and you’ll definitely discover it.

  2. I will not think twice to refer your blog to anybody who requires assistance about this

  3. Did Grafffiti Grow to be a form of art in Ny?

  4. adi cahyo septian says:

    thanks….

  5. An impressive share, I just given this onto a colleague who was doing a little analysis on this. And he in fact bought me breakfast because I found it for him.. smile. So let me reword that: Thnx for the treat! But yeah Thnkx for spending the time to discuss this, I feel strongly about it and love reading more on this topic. If possible, as you become expertise, would you mind updating your blog with more details? It is highly helpful for me. Big thumb up for this blog post!

  6. I like the helpful info you provide in your articles. I’ll bookmark your weblog and check again here regularly. I am quite certain I’ll learn many new stuff right here! Best of luck for the next!

  7. Fairly cool post. I simply stumbled upon your blog and wanted to say that I have really preferred studying your weblog posts. Anyway I’ll be subscribing to your weblog and I hope you put up once more soon!

  8. wypracowania says:

    An interesting discussion is worth comment. I think that you should write more on this topic, it might not be a taboo subject but generally people are not enough to speak on such topics. To the next. Cheers

  9. I’m not sure why but this weblog is loading very slow for me. Is anyone else having this issue or is it a problem on my end? I’ll check back later on and see if the problem still exists.

  10. Greetings! This is my first comment here so I just wanted to give a quick shout out and tell you I really enjoy reading your articles. Can you suggest any other blogs/websites/forums that cover the same topics? Thanks a lot!

  11. Spis witryn says:

    Thank you so much for giving everyone an extraordinarily pleasant possiblity to read from this web site. It is often so amazing plus jam-packed with fun for me personally and my office fellow workers to visit your site the equivalent of three times weekly to read through the latest things you have got. And indeed, I am just at all times astounded concerning the extraordinary creative ideas you serve. Selected two tips on this page are particularly the very best we’ve had.

  12. Howdy! Someone in my Myspace group shared this website with us so I came to check it out. I’m definitely enjoying the information. I’m bookmarking and will be tweeting this to my followers! Great blog and brilliant style and design.

  13. Hello there, You’ve done an excellent job. I’ll certainly digg it and in my view suggest to my friends. I’m confident they’ll be benefited from this website.

  14. Zoe Pingel says:

    Thank you, this is a good article. Normally I do not post for a comment but this time I have to. Keep on your working!

  15. …great post! email me

  16. adi cahyo says:

    i`m in Indonesia

  17. adi cahyo says:

    thanks brother….